Asplenium australasicum
| Asplenium australasicum | |
|---|---|
| Taksonomi | |
| Kerajaan | Plantae |
| Kelas | Polypodiopsida |
| Ordo | Polypodiales |
| Famili | Aspleniaceae |
| Genus | Asplenium |
| Spesies | Asplenium australasicum Hook., 1858 |
| Tata nama | |
| Basionim | Neottopteris australasica (mul) |
Asplenium australasicum, yang dikenal sebagai pakis sarang burung atau pakis sarang gagak, adalah spesies pakis epifit dari Australasia yang termasuk dalam famili Aspleniaceae.[1]
Taksonomi
[sunting | sunting sumber]Asplenium australasicum awalnya dideskripsikan oleh ahli botani Inggris John Smith pada tahun 1857 sebagai Neottopteris australasica.[2] Ia telah mengklasifikasikan ulang A. nidus yang sudah dikenal ke dalam genusnya sendiri, Neottopteris. Ahli botani lain kemudian mengklasifikasikan genus tersebut sebagai sebuah seksi, Thamnopteris, dalam genus Asplenium,[3] dan William Jackson Hooker memberi nama binomial saat ini pada tahun 1859.[4] Meskipun seksi Thamnopteris memiliki ciri khas tersendiri, pendefinisian spesies ini cukup sulit karena morfologi tanamannya sangat sederhana.[3] A. australasicum sering disamakan dengan (dan disebut) A. nidus,[5] dan populasi di Jepang yang awalnya dianggap A. australasicum berdasarkan morfologinya ternyata secara genetik berbeda dan diklasifikasikan sebagai spesies baru, A. setoi.[3]
Sebuah filogeni global Asplenium yang diterbitkan pada tahun 2020 membagi genus ini menjadi sebelas klad,[6] yang diberikan nama informal sementara menunggu studi taksonomi lebih lanjut. A. australasicum termasuk dalam “klad Neottopteris”,[7] anggota klad ini umumnya memiliki jaringan daun yang agak seperti kulit. Meskipun subklad dalam kelompok ini kurang jelas, beberapa di antaranya memiliki morfologi khas “pakis sarang burung” dengan daun utuh dan urat daun yang menyatu di dekat tepi.[8] Baik studi 2020[8] maupun studi molekuler 2015 menemukan bahwa A. australasicum bersifat polifiletik, artinya beberapa populasi tidak memiliki hubungan dekat satu sama lain—A. australasicum dari Fiji dan Vanuatu tidak berkerabat dekat dengan A. australasicum dari Australia dan Kaledonia Baru. Oleh karena itu, diperlukan revisi dengan pengambilan sampel dari seluruh wilayah penyebaran spesies untuk menentukan takson dan mengidentifikasi spesies tersembunyi.[9] A. australasicum membentuk klad bersama dengan A. nidus sensu lato yang secara morfologi mirip, tetapi pakis sarang burung lain seperti A. antiquum dan A. phyllitidis membentuk subklad terpisah yang tidak terlalu berkerabat dekat.[7]
Sebaran
[sunting | sunting sumber]Asplenium australasicum tumbuh di atas batu atau sebagai epifit pada pohon dan berasal dari wilayah timur New South Wales dan Queensland.[10] Tumbuhan ini membentuk rumpun yang bisa mencapai ukuran besar, dengan bagian tengah pakis berfungsi sebagai penampungan serpihan.[5] Ahli botani kolonial William Woolls menulis, "...sebagai peringatan bagi pengumpul pakis, terkadang seekor ular hitam melingkar di bagian tengah pakis sarang burung" .[11]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Elliot, Rodger (2003). Australian Plants for Mediterranean Climate Gardens. Rosenberg Publishing. hlm. 45. ISBN 1-877058-18-1.
- ↑ "Neottopteris australasica J.Sm". Australian Plant Name Index (APNI), IBIS database. Centre for Plant Biodiversity Research, Australian Government.
- 1 2 3 Noriaki Murakami; Mikio Watanabe; Jun Yokoyama; Yoko Yatabe; Hisako Iwasaki & Shunsuke Serizawa (1999). "Molecular Taxonomic Study and Revision of the Three Japanese Species of Asplenium sect. Thamnopteris". Journal of Plant Research. 112 (1): 15–25. doi:10.1007/PL00013856. S2CID 23985191.
- ↑ "Asplenium australasicum (J.Sm.) Hook". Australian Plant Name Index (APNI), IBIS database. Centre for Plant Biodiversity Research, Australian Government.
- 1 2 Fairley, Alan; Moore, Philip (2000). Native Plants of the Sydney District:An Identification Guide (Edisi 2nd). Kenthurst, NSW: Kangaroo Press. hlm. 41. ISBN 0-7318-1031-7.
- ↑ Xu et al. 2020, hlm. 27.
- 1 2 Xu et al. 2020, hlm. 31.
- 1 2 Xu et al. 2020, hlm. 41.
- ↑ Ohlsen DJ, Perrie LR, Shepherd LD, Brownsey PJ, Bayly MJ (2015). "Phylogeny of the fern family Aspleniaceae in Australasia and the southwestern Pacific". Australian Systematic Botany. 27 (6): 355–71. doi:10.1071/sb14043.
- ↑ New South Wales Flora Online: Asplenium australasicum by Peter G. Wilson, Royal Botanic Gardens & Domain Trust, Sydney, Australia.
- ↑ Les Robinson – Field Guide to the Native Plants of Sydney, ISBN 978-0-7318-1211-0 page 306
Bibliografi
[sunting | sunting sumber]- DR Drake, WA Whistler, TJ Motley, CT Imada, (1996). Rain forest vegetation of'Eua Island, Kingdom of Tonga, New Zealand Journal of Botany.
- Xu, Ke-Wang; Zhang, Liang; Rothfels, Carl J.; Smith, Alan R.; Viane, Ronald; Lorence, David; Wood, Kenneth R.; Chen, Cheng-Wei; Knapp, Ralf; Zhou, Lin; Lu, Ngan Thi; Zhou, Xin-Mao; Wei, Hong-Jin; Fan, Qiang; Chen, Su-Fang; Cicuzza, Daniele; Gao, Xin-Fen; Li, Wen-Bo; Zhang, Li-Bing (2020). "A global plastid phylogeny of the fern genus Asplenium (Aspleniaceae)". Cladistics. 36 (1): 22–71. doi:10.1111/cla.12384. PMID 34618950. S2CID 201197385.